Luluskah Saya sebagai Blogger Kesehatan ?



Dua bulan ini pikiran saya terfokus pada tugas akhir Danone Blogger Academy. Sejak awal dimulai, kami sudah tahu bahwa akhir dari akademi ini adalah bisa membuat sebuah karya akhir yang menerapkan semua ilmu yang diberikan selama akademi menulis maupun visit ke Pabrik Danone Group.

Untuk karya akhir untuk DBA, saya memilih topik tentang hidrasi di tempat kerja. Baca : Kantor Peduli Hidrasi

Sabtu, 16 Desember 2017, tibalah waktunya wisuda. Kami menyebutnya Graduation Night. Sebuah gelaran private di Hotel Santika Premiere, Slipi. Saya sengaja menginap karena ingin mengajak anak mendampingi. Serasa wisuda sarjana belasan tahun silam, butuh pendamping dari orang spesial.

Acara dimulai dengan dinner dan ramah tamah. Sambil menikmati hidangan, para tamu berkesempatan melakukan foto wefio yang hasilnya dalam bentuk gif seolah 3 dimensi. Yang seperti ini lho..


Proses Wefio foto dg banyak kamera 

Acara dihadiri kembali oleh para narasumber lho, termasuk Prof Rindit yang datang dari Palembang. Tepat pukul 19.00 acara dibuka dengan sambutan Bapak Arif Mujahidin. Beliau menekankan kembali pentingnya nutrisi berkesinambungan yang memiliki current cost dan future cost. Artinya nutrisi tidak hanya untuk kepentingan kebutuhan saat ini, namun juga kebutuhan jangka panjang dan berkesinambungan. Di era jaman now ini, saatnya kita membangun jembatan, bukan tembok. Artinya tidak perlu lagi mengkotak-kotakkan diri dalam kelompok, justru saatnya membangun networking dan kerjasama sehingga tujuan pembangunan bangsa dapat tercapai.

Pepih Nugraha, pepnews.com 
Arif Mujahidin, Comunication Director Danone Indonesia 
Wisnu Nugroho, Editor in Chief Kompas.com 
Kemudian Bapak Wisnu Nugraha dari Kompas.com dalam sambutannya mengutip Pramoedya Ananta Toer tentang cara menjadikan diri kita abadi, yaitu menanam pohon besar, menikah dan berketurunan, dan yang terakhir adalah menulis. Ya, menulis meninggalkan jejak karya dan pemikiran. Apalagi sekarang ini era digital di mana jejak tulisan seseorang dengan mudah dapat diakses oleh dunia dan akan disimpan oleh siapapun yang membutuhkan dan mengingatnya. Karena itu penting untuk meninggalkan "keabadian" yang baik, dalam bentuk karya yang baik. 

Sambutan terakhir adalah Kang Pepih Nugraha yang telah mendampingi para akademia selama belajar, kunjungan lapang dan menulis. Kang Pepih mengaku cukup galau menentukan siapa yang menjadi best story telling dari ke 20 karya akhir yang terkumpul. Nilai rata-ratanya 9. Para peserta mampu mengaplikasikan ilmu selama akademi berlangsung dan menghasilkan tulisan dan video yang menarik, informatif dan bermanfaat dalam bidang kesehatan. Dan dengan demikian para akademia semua dinyatakan lulus. Yeeaaay... 

(Padahal kami para akademia enggan lulus, maunya belajar bersama terus karena di antara kami telah terjalin kemistri yang mendalam. Cieeee..) 

Mata kami berkaca-kaca ketika diputar kembali video sepanjang kegiatan berlangsung. Ingat masa dua bulan ini yang penuh kesan. Dari perkenalan hingga kini sudah saling meledek dengan canda. Aaaah...saya bakal rindu kalian akademia!

Mendekati pukul 21, para pemenang diumumkan. Terpilih 3 pemenang instagram competition yaitu Evrina, Eva Butar-butar dan Indria Salim.

Sedangkan untuk lomba karya akhir DBA yang laksana skripsi tersebut dipilih pemenang dengan dua kategori.

Kategori Most favourite Story, dipilih karena menyumbangkan trafik pembaca yang besar pada Kompasiana, yaitu Uli Hartati, judul tulisan : Anak Pendek Belum Tentu Stunting.

Kategori Best story telling dipilih karena mampu menyampaikan informasi kesehatan secara mengalir, penggunaan istilah kesehatan, keunikan ide dan kebermanfaatan. Ada 3 pemenang yaitu :

Murtiyarini (saya), tema : Hidrasi di Lingkungan Kerja
Alhamdulillaaah.. tiada perjuangan yang sia-sia. Sontak saya peluk Cinta yang mendampingi saya, huhu..pengen nangis. 

Ketika jaket kelulusan dikenakan dan pin disematkan, ada janji dalam hati yang harus ditepati. Saya akan menjadi blogger yang lebih bertanggung jawab dalam menulis, terutama soal kesehatan.
Best story telling dan Most Favourite story 
Pemenang Instagram Competition

Danone Blogger Academy, saya bersyukur berada pada moment graduation ini sekarang. Pengalaman luar biasa, ilmu yang bermanfaat, teman-teman yang hangat. Rasanya enggan lulus karena ingin terus belajar bersama para akademia, mentor dan panitia.

Sebenarnya saya tengah berada fase jeda, terkena writing block, dan Danone Blogger Academy ini adalah momentum yang membuat saya berpikir ulang, masih banyak PR yang ingin saya perbaiki dari tulisan-tulisan saya, masih banyak ide yang ingin ditulis, dan menulis adalah passion yang perlu selalu diasah. Jangan berhenti dan membeku sampai di sini. 

Ini adalah kemenangan ke 100 dalam dunia blog. Selanjutnya apa?

Beyond blogging, Beyond competition, saya Murtiyarini, di sini sebagai blogger kesehatan, akan berusaha senantiasa menulis dan menyampaikan fenomena/hal terkait kesehatan yang dijumpai di sekitar kita sebaik-baiknya. Insya Allah.

Me and Daughter 

Kemenangan ke 100
With mba Widha Karina, dari Kompasiana



With Evrina dan Ani Berta
With Ira dan Zahra, duo fresh graduate IPB
With Indria Salim, teman baruku yang menyenangkan
Pin tersemat di jaket kelulusan
Kru Danone dan Kompasiana

Terimakasih Danone..

Tulisan lain tentang Danone Blogger Academy:

Komentar

  1. Wahhh selamat ya mbak udah lulus hehehehe. Semoga lebih banyak nulis dan terus menginspirasi.

    BalasHapus
  2. tetanggaa... makin keren aja! selamat ya n keep inspiring :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena aku punya tetangga yang keren jugak..jadi terpacu

      Hapus
  3. Makin lama, makin keceeeh. Sukses selalu

    BalasHapus
  4. Lulusnya cum laude pulak lagi! Toob deh.

    BalasHapus
  5. Ahhh ikut terharu aku bacanya mbak, kamu pantas jadi blogger kesehatan terbaik. Selamat yaa, inspiring for me..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mba Lia.. mba Lia juga semakin berkibar di dunia blogging

      Hapus
  6. Bukannya mau pensiun ikut lomba setelah kemenangan ke-100? ������ Semoga dgn jadi blogger kesehatan bisa terus menulis ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnya aku tau siapa yang paling ingin aku pensiun lomba...yaitu mba Leyla Hana..hahaha...

      Hapus

Posting Komentar