Samsung Galaxy C9 Pro : Rising Professionalism in Me


Terinspirasi dari tagline Samsung Galaxy C9 Pro, sebagai smartphone yang menjanjikan profesionalisme, saya pun terpikirkan, apakah diri saya sudah bekerja dengan profesional? 

Berawal dari tantangan, saya meninggalkan zona nyaman.
Saat ini saya bekerja sebagai seorang bendahara, istilah kerennya akuntan. Posisi ini baru saya jalani 3 tahun terakhir. Saya menerima posisi itu dengan perasaan kurang percaya diri.  Bagaimana tidak, latar belakang pendidikan saya adalah sains pertanian, dan mendadak disodori posisi yang berhubungan dengan keuangan. Pekerjaan yang sama sekali tidak saya bayangkan sebelumnya.

Kala itu, posisi bendahara di kantor sedang kosong. Pejabat sebelumnya pindah posisi. Pimpinan pun memanggil saya. Beliau setengah membujuk, setengah lagi memerintah dengan halus, "Saya memilihmu sebagai bendahara karena saya percaya kamu bisa beradaptasi dengan cepat dan mempelajarinya. Lebih dari itu, karena ini berhubungan dengan uang, pengangkatan ini atas dasar kepercayaan. Kamulah yang paling pantas di antara personalia yang ada"

Ibarat tersedot dalam pusaran udara yang sangat kuat. Saya masuk dan langsung berputar-putar mengikuti ritme yang cepat dan padat. Bekerja memproses alur keuangan agar tidak tersendat memerlukan ketepatan waktu, kesigapan dan ketelitian. Bagaimanapun, keuangan merupakan jantung, yang memompa aliran dana terdistribusi dengan baik agar semua kegiatan dan program bisa terlaksana. 



Saya ingin profesional, maka saya belajar.
Saya harus mempelajari alur keuangan yang rutin berjalan di kantor. Mulai dari pengajuan, pendistribusian, pembelanjaan, pengumpulan bukti belanja, validasi hingga pelaporan pada sistem keuangan berbasis internet

Tiga bulan pertama benar-benar tidak mudah buat saya. Mata membiasakan diri dengan angka-angka. Saya langsung praktek menjalankan proses akuntansi tanpa dasar keilmuan. Saya bertanya sana-sini pada atasan maupun rekan sesama bendahara dari unit lain. Saya belajar dari berbagai ebook tentang alur keuangan, sistem pelaporan, sistem pajak, aturan-aturan standar biaya umum yang diberlakukan dari Kemenkeu dan banyak lagi hal baru yang saya harus cerna. 

Saya juga belajar dari kesalahan karena ketidaktahuan. Karena itu saya masih memerlukan belajar dan belajar. Saya belajar instan, langsung praktek pada kasus-kasus terkait pekerjaan. 
Untuk kebutuhan itu, Samsung C9 Pro sepertinya sangat cocok buat saya. Dengan memory internal (ROM Size) sebanyak 64 Giga byte, plus memory eksternal hingga 256 Giga byte, mampu menyimpan banyak dokumen pembelajaran, pdf maupun power point, e book, maupun tutorial lainnya, yang bisa saya pelajari kapan saja dan dimana saja.
Hasil uji coba kamera Samsung Galaxy C9 Pro di Samsung Experience Store
Oiya, saat ini trending mencatat materi meeting atau workshop bukan dengan alat tulis, melainkan dengan memotret slide yang ditayangkan. Klik! Dalam 1 detik catatan presentasi berpindah ke smartphone dan bisa dipelajari lagi nanti di rumah. 
Kemampuan resolusi tinggi kamera belakang 16 MP yang dilengkapi auto focus, Samsung Galaxy C9 Pro akan sangat menunjang pekerjaan saya. Memotret dalam ruang meeting yang minim cahaya, dengan jarak obyek cukup jauh dapat ditangkap dengan jelas. Untuk memberikan sentuhan artistik bisa menggunakan berbagai filter dan fitur-fitur terintegrasi pada Samsung Galaxy C9 Pro.
Sesekali kalau mau selfie atau wefie dalam kondisi minim cahaya tidak menjadi kendala , karena Samsung Galaxy C9 Pro menggunakan kamera depan 16 MP dengan bukaan diafragma F/1.9. U

Profesionalisme menuntut ketepatan hasil.
Bekerja dengan uang menuntut ketepatan angka. Jika tidak seimbang (balance) antara penerimaan dan pengeluaran, siapa lagi yang akan nombok kalau bukan bendahara? Tanggung jawab ada di pundak bendahara. Karena itu kalau ada selisih angka satu rupiahpun, saya harus mencari di mana letak kesalahan itu. Terus terang ini bisa menjadi pekerjaan yang paling rumit, seperti mencari jarum di tengah tumpukan jerami. Yang mana jerami itu adalah tumpukan kuitansi-kuitansi bukti belanja. Pppfft..

Seringkali pekerjaan harus dibawa pulang dan diteliti. Kalau hanya mengandalkan leptop, kesempatan untuk bekerja di rumah berkurang. Masa iya di kantor menghadapi komputer, di rumah masih harus menatap leptop lagi? Capek dong.
Dengan Samsung Galaxy C9 Pro berlayar 6.0 inchi cukup untuk memperbesar tampilan tabel maupun huruf. Serta dengan layar FHD Super AMOLED 6“ (1920 x 1080px), menghasilkan warna warna natural yang akurat, kaya warna dan detil sehingga mata tidak mudah lelah.



Profesionalisme menuntut ketepatan waktu.
Pelaporan keuangan bulan berjalan berupa bukti fisik maupun data harus di-input di website dan disetorkan tepat waktu. Jika tidak, maka pengajuan untuk bulan berikutnya tidak akan bisa dicairkan. Akibatnya, kegiatan bulan berikutnya bisa tersendat karena tidak ada biaya. Salah siapa kalau begitu? Salah bendahara, pastinya. Beban ini menuntut saya menyelesaikan pekerjaan tepat waktu atau saya akan diprotes banyak orang. 

Dalam banyak bidang profesi, ketepatan waktu adalah tuntutan klien. Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu atau lebih cepat menunjukkan profesionalisme sesorang.

Jika saya tidak ingin mengorbankan waktu untuk keluarga, maka pekerjaan harus saya lanjutkan dalam perjalanan pulang sembari menikmati kemacetan. Beberapa pekerjaan yang sengaja saya sisihkan untuk dikerjakan dialam kendaraan antara lain e banking, entri data, negosiasi dengan vendor, komunikasi email, atau chat koordinasi dengan tim. 
Pekerjaan-pekerjaan penting itu bisa dilakukan seandainya saya menggenggam Samsung Galaxy C9 Pro. 
Perjalanan yang panjang tidak perlu kuatir habis baterai karena konsumsi daya Samsung Galaxy C9 Pro cukup hemat dengan baterai 4.000 mAh dan fitur penghemat baterai, Ultra Power Saving mode. Satu lagi yang paling penting dan menjadi daya tarik utama, Samsung Galaxy C9 Pro dilengkapi RAM 6 GB dan CPU Speed 1.95 GHz, 1,4GHz memungkinkan untuk melakukan multiple split screen tanpa berkurang kecepatannya sehingga menunjang profesionalisme dan produktivitas tinggi dalam genggaman.


Profesionalisme itu menjalin relationship yang baik.

Tergantung kepada siapa kita sering berurusan dalam pekerjaan, kepada mereka kita harus menjaga hubungan baik. Antara atasan, rekan kerja maupun bawahan, semuanya harus dihargai sehingga semua bekerja dalam suasana yang nyaman.

Efek sampingnya adalah : saya punya banyak grup chat !
Ada grup yang banyak bercanda, ada juga yang serius berkoordinasi. Saya pun memisahkan jenis kontak antara pekerjaan dan pertemanan dengan dua nomor yang berbeda. 
Samsung Galaxy C9 Pro terdiri atas 2 slot SIM Card dan 1 Slot untuk SD Card, jadi leluasa untuk menyimpan dua nomor sekaligus. Soal foto-foto kiriman dari teman-teman yang lucu-lucu, saya kira tidak perlu sering menghapus jika slot SD Card diisi dengan memori yang berkapasitas maksimal (hingga 256 GB).



Profesionalisme itu mampu manajemen stres.
Bekerja penuh tekanan membuat saya stres. Jika stres berlarut, badan pun ikut sakit. Tentunya, sakit akan mengganggu produktivitas.

Saya berusaha mengingat hasil. Kepuasan tersendiri saat pekerjaan selesai tepat waktu dan hasilnya bermanfaat bagi banyak orang.

Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk dapat mencintai pekerjaan baru tersebut. Tantangan masih banyak, namun dengan merasa enjoy, tantangan ini justru membuat saya bersemangat.

Satu rahasia saya untuk tetap waras adalah dengan nonton drama dari aplikasi Viu dan main game Farm Story. Simpel kan?
Samsung Galaxy C9 Pro dengan Video Playing Resolution UHD 4K (3840 x 2160) @30fps dan dengan ear jack stereo akan memberikan sensasi menonton yang memuaskan.


Akhirnya saya memahami, bahwa profesionalisme dalam diri itu bisa ditingkatkan. Bagi anda yang bekerja tidak sesuai dengan bidang keilmuan, jangan berkecil hati. Karena kita bisa menjadikan diri kita profesional dengan memperlajari dan beradaptasi.


#properformance #theproinyou #SamsungGalaxyC9Pro 

Komentar

  1. Keren artikelnya, paparan tentang Samsung Galaxy C9 Pronya menarik. Btw, memang dalam mengerjakan pekerjaan baru sekalipun semulaa bukanlah bidang kita, namun andai dengan rasa enjoy kita menanganinya, maka passion pun akan muncul. Selamat dengan tugas barunya, Arin. Salam hangat dari bunda.

    BalasHapus

Posting Komentar