Senin, 07 Agustus 2017

Teknologi Mobil Impian yang Humanis



Sudah wajar kalau konsumen itu bawel, termasuk konsumen mobil. Konsumen keinginannya banyak, sampai-sampai galau sendiri dengan keinginannya, termasuk dalam urusan mobil.  Sikap konsumen inilah yang ditangkap oleh para inovator dunia otomotif untuk menjadi ladang kreasi dalam bidang teknologi otomotif. Keinginan konsumen yang banyak membuka ide para inovator untuk memenuhi impian konsumen akan teknologi mobil, juga impian mereka sendiri yang terus ingin berinovasi.

Kita bicara impian teknologi mobil yang humanis dan masuk akal dengan perkembangan dunia saat ini. Walaupun sebenarnya, teknologi mobil impian bisa jauh melampui batas khayal, tetap saja keberlanjutannya sangat dipengaruhi oleh kondisi perkotaan, kondisi alam maupun kondisi sosial dimana mobil tersebut akan digunakan. Pada akhirnya, konsumen menjadi penyeleksi teknologi mana yang diperlukan dan diinginkan berkembang, dan mana yang tidak perlu.


Teknologi Mobil Impian di antara dilema-dilema.

Dengan kerewelan saya sebagai konsumen, hanya mobil ala Transformer lah yang bisa memenuhi kebutuhan saya yang random. Kadang ingin begini, kadang ingin begitu.

Kebetulan, keluarga kecilku ini suka sekali bepergian dengan mobil. Senin-jumat untuk ke kantor dan sekolah dan akhir pekan untuk jalan-jalan. Sehari tanpa naik mobil rasanya ada yang kurang, karena naik mobil menjadi salah satu bentuk kebersamaan.   Kami melalui diskusi-diskusi yang panjang soal mobil. Akhirnya kami membuat semacam daftar teknologi seperti apa yang seharusnya ada dalam mobil impian. 


Mobil besar atau kecil ?
Soal ukuran mobil saja saya masih galau. Di suatu ketika saya ingin mobil kecil yang hanya untuk 4 orang. Hal itu mengingat garasi rumah kami tidak terlalu luas. Selain itu jalanan yang macet dan area parkir yang padat seringkali menyulitkan bagi mobil besar. Ini pengalaman kami saat ini. Toh keluarga kecil kami hanya memerlukan 4 tempat duduk.

Walaupun mobil kecil, kami tetap ingin yang mempunyai bagasi lega. Maklum, punya anak kecil begini biasanya banyak perlengkapan yang harus dibawa. Anak-anak suka minta dibawakan mainannya kalau kami mau piknik. Pulangnya, pastinya banyak barang-barang belanjaan yang kami bawa.

Tapi, kalau ingat pas saya dan keluarga cukup sering traveling melalui jalan-jalan perkampungan yang berat, mobil besar dengan ban besar lebih cocok. Apalagi kalau menggunakan jalan tol, mobil besar lebih mantap menahan terpaan angin dan melaju dengan stabil dibandingkan mobil kecil. Sedangkan mobil kecil city car nyaris kurang kelihatan ketika bersalipan dengan bis atau truk di jalan tol. Tentu saja ini beresiko kecelakaan. Faktor keselamatan membuat saya ingin memilih mobil yang lebih besar.

Bagus lagi mobil yang ada tempat penyimpanan praktis dalam kabin, yaitu laci-laci dibagian bawah kursi seperti pada mobil-mobil mewah. Biasanya saya suka menyimpan kebutuhan rutin yang selalu ada di mobil seperti perlengkapan sholat, make up dasar, selimut, sandal jepit, dan cemilan-cemilan untuk anak-anak. Tidak heran jika mobil diibaratkan rumah kedua bagi kami.

Saya mencermati (lantas mulai tertarik) bahwa saat ini banyak mobil-mobil untuk keperluan bisnis dengan menandai tulisan, logo atau promosi yang didesain pada bodi mobil. Saat ini, mobil untuk bisnis tidak harus mobil box, bis atau pickup. Para pebisnis tampaknya lebih menyukai mobil MPV yang fleksibel dikendarai kemana-mana, dan mempunyai kesan ramah pelanggan.  

Masalahnya, mobil besar muat enggak ya masuk dalam garasi rumah saya? Nah kan _ bingung kan?  Jadi bagaimana, adakah mobil kecil yang bisa bertransformasi menjadi besar ?


Ingin mobil murah, tapi fitur mewah, adakah?

Saya rasa, maunya semua orang bisa membeli mobil murah tapi kualitas mewah. Tapi, saya termasuk orang yang memercayai slogan bahwa “harga tidak pernah bohong.”

Ya tetap saja berharap boleh kan? Mungkin suatu ketika pajak mobil di Indonesia semakin murah, sehingga harga mobil pun terjangkau. Dari tunjangan bulanan diharapkan cukup, jadi kami tidak perlu mencari pinjaman untuk tambahan dana. Syukur-syukur kalau dari tunjangan bulanan itu masih ada sisa untuk perawatan dan asuransi. 

Saat ini menjamur mobil murah dengan harga 100 -160 juta sudah bisa tampil gaya dan dengan fitur yang cukup mengakomodir kebutuhan masyarakat urban. Rata-rata ukurannya tanggung, muat untuk 6-7 orang namun bodinya tergolong ramping. Tentu saja ruang di dalamnya ikut menyesuaikan.

Jadi mobil bukan hanya milik orang kaya saja. Paradigma telah berubah. Jika dulu harga mobil menentukan seberapa besar kita harus memiliki tabungan. Sekarang sebaliknya, Anda punya tabungan berapa, sudah bisa memilih dan membeli mobil yang masuk budget.


Melaju di perkotaan, atau di perkebunan?

Di manapun mobil melaju selalu ada tantangannya. Pada situasi jalanan yang macet dan banyak motor berseliweran sana-sini, mobil rawan tergores dan terbentur. Biasanya benturan keras mengakibatkan body penyok.  Kita juga mengusahakan hal itu tidak terjadi. Tapi, jangan sampai salah pilih mobil dengan plat body tipis, yang kena ranting kecil saja sudah penyok, atau kesenggol motor sedikit saja penyoknya seperti kesenggol truk. No, no, no ! Walaupun ingin mobil yang murah, tapi tetap yang bodinya tangguh dong!

Bagian terpenting mobil adalah performa mesin yang tangguh dan bertenaga. Untuk perjalanan panjang, mobil dengan cc minimal 1000 atau lebih agar mobil tidak cepat lelah mesinnya. Kenapa ukuran cc ini jadi penting? Karena mobilitas keluarga kami cukup tinggi. Tiada hari tanpa berkendara dan dengan jarak tempuh yang tidak sedikit, sehari rata-rata 40 km, bahkan lebih.  Performa mesin ini juga harus didukung Front Wheel Drive, yaitu penggerak roda depan sehingga akselerasi lebih bagus dan lebih responsif.


Irit bahan bakar atau cc besar ?

Nah, ini dilema lagi. Mobil dengan performa tangguh rata-rata lebih boros bahan bakar minyak dibandingkan mobil dengan cc rendah.

Irit BBM sudah pasti menjadi kriteria mobil idaman. Selain hemat secara ekonomis juga lebih ramah pada lingkungan. Istilah populernya LCGC atau Low Cost  Green Car. Salah satu cara mobil menghemat bahan bakar adalah dengan menggunakan sistem gear shift indicator (penanda pertukaran persneling) Sistem ini bertugas menginformasikan saat yang tepat untuk memindahkan gigi persneling (naik atau turun) sehingga lebih efisien dalam pembakaran.

Jadi, dari mobil berteknologi yang telah dipasarkan, jenis mana yang performa tangguh, cc besar namun irit bahan bakar?




Desain feminin atau maskulin?
Tentunya tak kalah penting adalah tampilan mobil yang 'modis' alias keren. Walaupun murah (semurah-murahnya mobil masih ratusan juta lho) tentu ingin mobil yang bisa tampil elegan, warna cantik, model tidak kaku.

Kemewahan mobil tak hanya dilihat dari luar, tapi juga dari dalam. Saya ingin mobil dengan dashboard yang nyaman dan elegan. Nyaman dalam arti penempatan panel instrumennya ergonomis dan mudah di jangkau. Dashboard elegan itu menurut saya yang warnanya tidak norak. Saya suka warna-warna lembut dan natural, perpaduan coklat dan abu-abu misalnya. 

Soal model, kegalauan semakin nyata. Antara pilih sedan yang maskulin dan nyaman, atau mobil keluarga atau mobil sport. Sedan nyaman bagi pengemudinya. Tapi juga jangan terlalu rendah agar tidak kandas saat melintasi "polisi tidur". Interior lapang sehingga kaki tidak pegal dan langit-langit tidak membuat leher ketekuk. Serta kursi duduk tegak dan nyaman. Kebetulan saya lebih suka duduk tegak di mobil agar tidak mabuk perjalanan.

Matic atau manual ?

Tentunya saya ingin mobil yang mudah dikemudikan oleh wanita. Mobil kecil lebih mudah dikemudikan. Karena saya ingin bisa menyetir juga. Selama ini ragu-ragu mau pegang kemudi karena takut senggol sana sini.

Untuk mereka yang sering bertemu kemacetan, contohnya saya, mobil matic sangat bersahabat dengan kaki. Setidaknya kaki terhindar dari rasa pegal akibat menginjak gas dan rem terus menerus.

Sayangnya, saya banyak mendengar mobil matic butuh pembiasaan. Beberapa kali terdengar kasus mobil “lompat” karena pengemudinya belum terbiasa dengan mobil matic.  Bagi pengemudi yang sudah familiar dengan manual, akan merasa percaya diri dengan mobil manual.

Hm, kabarnya sudah ada mobil yang sudah bisa nyetir sendiri dengan sensor lalu lintas. Kalau mobil ini bisa lolos uji di kemacetan Jakarta, waaah, itu mobil sangat luar biasa. Teknologi auto drive ini bisa membuat para supir pribadi bakal di PHK.


Mobil yang Aman.

Ingin mobil dengan sistem keamanan yang handal. Semurah-murahnya mobil tetap saja barang berharga yang harus dijaga. Kira-kira sistem pengaman seperi apa ya yang aman dari pencurian? Apalagi maling-maling sekarang tambah pinter. 

Sekarang ada sistem pengaman Immobilizer, yaitu teknologi yang membuat mobil hanya bisa menyala dengan kunci asli bawaan pabrik. Kunci duplikat tidak akan bisa membuka mobil karena tidak memiliki kode elektrikal unik seperti yang terdapat dalam kunci asli.

Sistem child proff door lock juga telah ada pada beberapa jenis mobil. Teknologi ini penting bagi yang punya anak-anak suka main buka tutup pintu mobil. Jangan sampai lengah di luar pengawasan. Dengan sistem ini, pintu hanya bisa dibuka dari luar. Anak-anak yang tengah berada dalam mobil tidak bisa membukanya sendiri dari dalam.

Teknologi sensor mobil juga semakin canggih. Sudah banyak mobil yang menggunakan sensor suara ketika di dekatnya ada benda-benda. Ini penting untuk memberitahu pengemudi agar tidak menabrak apapun di belakang atau samping yang tidak terlihat olehnya.  Ada juga teknologi infra red yang menampilkan tampilan sisi belakang mobil dari monitor di dasboard.

Mobil yang beretika
Beuh, mana bisa mobil beretika? Tentu bukan mobilnya, melainkan penggunanya. Apa sih etika yang sebaiknya dipegang saat berkendara? Antara lain adalah tidak buang sampah sembarangan (mobil memiliki tempat sampah, simpel tapi ada saja yang tidak punya), mengingatkan waktu sholat dengan kumandang adzan (mobil memiliki radio yang sensor gelombangnya bagus), tidak mengebut (ada sensor kecepatan), knalpot tidak berasap sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Ya, masih banyak teknologi mobil yang dihubungkan dengan akhlak.
Ssst, semewah apapun mobil Anda, tampak tidak keren kalau perilaku pengendarannya tak beretika.

Mobil yang sehat dan mendekatkan keluarga.
Berkendara di tengah kota mau tidak mau harus menutup jendela dan menyalakan AC. Pasalnya polusi menyebabkan asap dan udara panas. Berkendara cukup lama dengan terpaan AC terus menerus dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti masuk angin, flu dan pegal-pegal. Kondisi AC harus bersih dengan filter yang baik sehingga udara pembuangan tidak bocor ke AC.

Saat berkendara adalah saatnya bercengkerama. Begitulah yang kami lakukan saat naik mobil bersama. Yang bisa dilakukan adalah mendengarkan radio bersama, memutar CD musik band favorit, merekam audio-video percakapan di dalam mobil dengan action cam, serta mereka catatan perjalanan.

Pameran Mobil

Di atas teknologi mobil yang berkembang pesat, tetap diperlukan sentuhan humanis dari para inventor sebelum benar-benar memilih teknologi mana yang akan diterapkan dalam sebuah mobil.

Sebentar lagi akan digelar pameran teknologi mobil tahunan, yaitu Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) pada tanggal 10-20 Agustus 2017 di ICE, BSD Tangerang. Pastinya saya sudah mencatat tanggal pelaksanaannya. Nggak mau ketinggalan untuk bisa melihat pameran teknologi mobil terkini.

Kebawelan dan dilema konsumen adalah tantangan pengembangan teknologi mobil impian. Tidak mudah menyatukan semua keinginan yang beragam dalam satu mobil. Yang ada adalah memilih beberapa teknologi unggulan, dan menerapkannya pada mobil dengan segmen pengguna tertentu. Bagaimanapun, keragaman teknologi mobil yang kompetitif menjadikan dunia otomotif lebih menarik



3 komentar:

  1. Kata suamiku mobil matic itu enak tapi kalo macet bikin kaki pegel,nginjak rem terus hehe

    BalasHapus
  2. Mbaak ini artikel yang menang kemarin?

    BalasHapus
  3. Mantap euy mobilnya, hemat dan nyamann

    BalasHapus