Senin, 13 Maret 2017

Royal VKB Cookware dari Alfamart

Buat ibu-ibu berita apa yang paling cepat update?
Politik? Bukaaan. Gosip selebriti ? Hm, bisa jadi.
Tapi ada yang ibu-ibu lebih cepat tahu beritanya, yaitu kalau ada promo di Alfamart. Iya kaaaan?
Begitu tahu ada promo pasti langsung segera menyerbu ke Alfamart.

Yang lagi hot topic di kalangan grup WA ibu-ibu yang saya ikuti, dan sepertinya lagi viral di medsos adalah program promo Kejutan Awal Tahun dari Alfamart. Kali ini Alfamart menyenangkan ibu-ibu pelanggannya dengan memberi kesempatan menebus murah alat masak mewah Royal VKB melalui program #PilihanBundaAlfamart 

Sebenarnya sebelum berita ini viral di WA, saya sudah tahu duluan. Lha wong hampir setiap hari adaaa aja alasan untuk mampir ke Alfamart di depan gerbang kompleks rumah saya. Siapa sih yang nggak langsung kepengen begitu melihat alat-alat masak berbahan teflon kualitas tinggi, mejeng tak jauh dari pintu masuk Alfamart, dengan tambahan informasi : DISKON HINGGA 80%.

Cookware mewah ini bisa ditebus murah dengan cara mengumpulkan 10 - 15 stamp. Untuk mendapatkan stamp itu kita hanya perlu berbelanja sejumlah 30 ribu, berlaku kelipatan. Akan ada tambahan stamp lagi jika di antara barang yang kita beli ada produk sponsor.  Plus ada tambahan diskon jika kita menggunakan aplikasi Alfamart di ponsel. Jatuhnya lebih murah pastinya.



Jadi gini tips agar stamp cepat terkumpul dan nggak merasa boros :

Jumat, 03 Maret 2017

Asus Zenfone 3 : Capturing The Flavors of Indonesia



Saya bukan fotografer profesional, melainkan seorang street food lover.

Dalam sebuah lorong bernama Kampus Dalam – sisi luar Kampus IPB Bogor – adalah ‘surga’ bagi penyuka jajanan kaki lima seperti saya ini. Lorong yang di kedua sisinya berjajar warung-warung sederhana semi kumuh. Pararel dengan rombong-rombong jajanan kaki lima yang tak jeda dikerubuti para pembelinya, kebanyakan adalah mahasiswa. Lorong sempit dengan diveristi makanan yang sangat tinggi.

Saya pun memulai langkah dengan perut kosong dan tangan menggenggam Asus Zenfone 3 ZE520KL. Sekalipun saya buka fotografer handal, memotret makanan buat saya seperti kegiatan selfie bagi beauty blogger. Setiap saat ingin menangkap momen tercantiknya kan? Begitupun saya, ingin menangkap tampilan paling menggiurkan dari sepiring makanan yang akan saya santap.



Jadi, mau dimulai darimana perburuan ini?

Minggu, 26 Februari 2017

Childhood Cancer Day 2017


Selama ini saya terlalu paranoid membicarakan soal yang "satu" ini. Faktanya, beberapa teman adalah survivor, dan tampaknya mereka tampak semangat untuk sembuh. So, anggap saja seperti penyakit lainnya, mencegah lebih baik, mengetahui lebih awal lebih baik dan bisa disembuhkan.

Saya akan berbagi informasi tentang kanker anak. Ujug-ujug menulis ini karena saya tahu adanya acara Peringatan Hari Kanker Anak pada tanggal 20 Februari 2017 lalu di Kementerian Kesehatan. Dalam acara itu hadir 3 narasumber yaitu dr Edi Setiawan Tehuteru, SpA(K) MAH, dr Lily S. Sulistyawati, MM (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kemenkes RI) dan Siti Julia, anak survivor kanker.

Senin, 13 Februari 2017

Meet Up Fruitaholic


Sejak 2013 saya mengenal Sunpride melalui event-event yang diadakannya, yang kemudian terkesan adalah kehangatan dan keceriaan. Sunpride selalu sukses mengadakan event dengan konsep "banjir buah". Betapa buah menjadi sangat berharga, sangat cantik, sangat sexy sehingga sepulang event kita selalu termotivasi kembali untuk rajin makan buah.

Setelah Fruitsummit 2015, diundanglah saya dalam kelompok Fruitahollic, dimana saya terpilih karena aktif mempromosikan kampanye gerakan makan buah. Total ada sekitar 20 member Fruitaholic ini, sebagian sudah saya kenal sebagai blogger, sebagian lagi baru kenal, ada mba Wiwik Wae dan mba Nunik Rahmawati yang super ramah, Adit yang baik dan lucu, Si Ochoy dll. Pun begitu, semua akrab dan seru. Saya jadi merasa kembali segar dan muda gabung dengan fruitaholic. 

Di awal 2017 ini Fruitaholic meet-up romantis di cafe Exquiese Pattiserie, Rumah Cokro, Menteng Jakarta. Sebuah kafe mungil yang cantik. Dari luar kelihatan seperti rumah tempo dulu. Kami mengenali bahwa ini lokasinya karena melihat booth Sunpride dari kejauhan. Dan buah-buahan Sunpride sudah bertebaran sejak pintu masuk. 

Selasa, 07 Februari 2017

Taman Kaulinan, Ruang untuk Anak-anak Bogor


Satu persatu harapan warga Bogor pun terwujud. Setelah beberapa tahun sebelumnya dibangun taman-taman dan pedestrian di berbagai sudut Kota Bogor, tanggal 5 Februari lalu diresmikan Taman Kaulinan dan Taman Sempur. Keduanya berlokasi di Lapangan Sempur, sisi utara Kebun Raya Bogor.

Informasi peresmian Taman Kaulinan dan Taman Sempur ini saya terima dari berbagai grup WA, baik grup kantor sampai grup ibu-ibu RT. Jadi penasaran juga ingin tahu seperti apa, saya pun mengajak Asa main ke sana. Untungnya hari minggu itu cerah. Padahal sehari sebelumnya Bogor dan sekitarnya hujan seharian lho. Berarti semesta mendukung. 

Minggu, 29 Januari 2017

Terapi Ganguan Pernapasan Mandiri dengan Nebulizer

Nebulizer Murtiyarini

Detik terasa lambat berdetak, waktu pun terasa lama untuk satu hembusan napas si kecil. Duh, Nak! Padahal kamu cuma batuk pilek biasa, tidak disertai demam. Tapi produksi lendir yang banyak menyumbat hidung dan dadamu. Napasmu pun berat. Sesekali terdengar bunyi "ngiiik" karena penyempitan pada saluran napasnya.

Segera saya bawa ke dokter. Intuisi saya mengatakan, obat batuk minum tak akan bisa menolong. Anakku butuh pertolongan cepat. "Minta diuap ya Dok," saya memohon ke dokter. 


Kemudian terdengar deru mesin nebulizer di ruangan dokter. Anakku meronta dan menangis, sebelum akhirnya terbiasa dengan bunyi berisik itu. Sabar ya, Nak, sebentar lagi napasmu lega. 


****

Selasa, 03 Januari 2017

Hal - Hal yang Tak Kusesali

Dalam perjalanan waktu sebagai ibu, ada hal-hal yang saya sesali, pun ada yang tidak. Bicara soal penyesalan, pasti ujung-ujungnya perasaan jadi melow, yak? Sesal, masa lampau, kenangan, hal-hal yang berhubungan dengan perjalanan waktu, tentunya semakin ke sini semakin banyak daftarnya. 

Saya yakin para ibu-ibu sepakat dengan perasaan saya ini, seandainya waktu bisa diputar kembali, saya ingin momen pada masa anak-anak kecil. Perang batin antara ingin anak-anak cepat besar atau anak-anak awet lucu? Saya ingin bisa merasakan keduanya. Waktu yang berlalu cepat dan kenangan masa kecil adalah hal yang mendatangkan sesal.



Tapi ada hal-hal yang tidak saya sesali, walaupun hal tersebut membuat diri saya tidak seperti dulu. Seperti halnya ketika saya ditanya apakah menyesal jika tubuh melar setelah melahirkan? Jelas saya tidak menyesalinya. Dua buah hati saya telah membuat saya melupakan penyesalan karena kehamilan. Saya tidak menyesal payudara kendur karena menyusui, bukti saya telah memberikan ASI pada mereka. Dan stretch marks di beberapa bagian kulit yang pernah melebar karena hamil, tak akan menjadikan saya menyesal mendapatkannya. Semua itu tanda pengingat hadirnya dua malaikat dari rahim saya.

Sabtu, 31 Desember 2016

Bika Bogor Talubi, Oleh-oleh Khas Bogor yang Lembut, Lezat dan Halal

Sepanjang tahun 2016, Alhamdulillah, saya kedatangan banyak tamu yang berkunjung ke Bogor, baik keluarga maupun tamu kantor dari dalam dan luar negeri. Sudah pasti, secara naluri saya ingin menjamu mereka sebaik mungkin. Tamu keluarga biasanya saya ajak jalan-jalan keliling kota Bogor. Sedangkan tamu kantor, karena datang untuk urusan kantor, saya menjamu sebaik mungkin di kantor dengan aneka makanan lezat (dari catering tentunya, hehehe). 


Ujung-ujungnya, pasti mereka ingin membawa oleh-oleh khas Bogor. Di sini saya nggak mau asal sebut ya, karena pastinya para tamu ingin oleh-oleh yang enak, kualitas terjamin dan unik. Oiya, satu lagi, mereka yang sudah sering ke Bogor ingin oleh-oleh yang kekinian. Nah lho, apa tuh?

Sebelumnya, simak dulu video-log saya ini yuk!



Yup, saya mau ngomongin tentang oleh-oleh khas Bogor yang kekinian, namanya adalah Bika Bogor Talubi. Kepanjangan dari Talubi adalah Talas dan Ubi, yaitu dua komoditi pertanian yang banyak dihasilkan dari Bogor dan sekitarnya. 

Minggu, 25 Desember 2016

Pneumokokus, IPD dan Pencegahannya

Cerita kelam tahun 2007.
Suatu hari di usia 20 bulan, Cinta mengalami demam tinggi. Tidak ada gejala lain menyertai.Tidak juga batuk-pilek yang biasanya datang. Hari kedua saya membawanya ke Dokter. Dari tes darah rutin Dokter menduga adanya virus karena leukositnya normal. Dokter meresepkan suplemen peningkat sistem imun.

Hari ke empat, Cinta masih demam. Suami saya (Ari Budiawan, usia 33 saat itu) mengambil cuti agar bisa menemani saya yang mengurus Cinta. Dokter kembali melakukan tes darah rutin untuk melihat kemungkinan trombosit turun karena demam berdarah. Saya pun sudah bersiap-siap apabila Cinta harus opname. Ternyata trombosit Cinta normal ! Dokter menenangkan kami, menurutnya ada kemungkinan Cinta sedang tumbuh gigi gerahamnya.

Minggu, 04 Desember 2016

Hari- hari "Switchable Me"


Ketika pekerjaan menuntut kesempurnaan, 
Sementara hobi begitu menggoda untuk dilakukan,
di situlah justru diperlukan fleksibilitas. Just switch!

Jangan dikira hanya Power Ranger, superhero yang bisa berubah dengan cepat, saya pun sering melakukannya.

Profesi saya sebenarnya hanya satu, yaitu sebagai PNS. 
Sedangkan hobi saya ada banyak : jalan-jalan, menonton film, mendengarkan musik, fotografi dan akhir-akhir ini tengah menyukai vlogging.

Rabu, 30 November 2016

Insiden Mobil Mogok, Tertolong Shop & Drive - Aki #GSAstraDelivery



Persoalan hidup banget, kalau saat mobil parkir beberapa saat, eh giliran mau pulang malah nggak bisa distarter. 
Berdesis pun tidak. 
100% mesin diam.

Itu tandanya aki mobil sudah mati alias habis. Seringkali tanpa tanda-tanda sebelumnya. Ujug-ujug berhenti. Rasanya tak berkutik mendapati aki mobil mati. Kalau mobil sedang di rumah posisinya, tentu tidak akan sepanik yang kami alami. Masalahnya, saat jauh dari jalan umum dan angkutan umum. Mau jalan kaki ke bengkel untuk beli aki? 

Dua kali kami mengalami mobil mogok karena aki mati. Kejadian pertama tahun 2009, suatu hari saat kami parkir mobil di halaman sebuah mal. Setelah lelah berbelanja, kami kembali ke mobil. Eh, ketika mau distarter, mobil tak bersuara sedikitpun. Berhubung pengalaman pertama, paniknya bukan main. Setelah menelepon teman yang mengerti masalah mobil, disarankan untuk ganti aki. Yang kemudian kami lakukan adalah mengangkat aki dan membawanya ke bengkel sebagai contoh saat membeli aki baru dengan jenis yang sama. Kebayang kan beratnya bawa-bawa aki ke bengkel dengan menggunakan angkutan umum. Terkesan konyol kan? Untung masih bisa naik angkutan umum. 

Ya, ya, ya –tetap saja untung ditengah musibah.

Minggu, 13 November 2016

Ilmuwan dan Media Sosial


2013. Tim Asesor AUN (Asean University Network) melakukan peninjauan pada departemen-departemen dan fakultas yang mendaftarkan diri untuk sertifikasi international perguruan tinggi tingkat Asean. Salah satunya adalah Departemen Proteksi Tanaman (PTN), tempat saya bekerja.

Salah satu indikator yang dilihat saat itu adalah adanya website dan media sosial yang interaktif dengan masyarakat. Web saat itu sudah ada. Tetapi bagimana dengan media sosial ?

Dengan takut-takut saya sodorkan kepada pimpinan saya 2 link fanpage facebook dan twitter yang baru saya buat sekitar sebulan sebelumnya. "Maaf Bu, sebelumnya saya telah lancang membuat fanpage dan akun twitter Departemen kita. Tapi baru sedikit followernya," jelas saya. Ini terbilang nekat, karena akun baru tersebut memang bukan resmi dibuat oleh Departemen PTN. Saya membuatnya atas inisiatif sendiri sebagai orang yang suka bermain di media sosial.

Tanpa banyak bertanya, Ketua Departemen PTN menyampaikan link tersebut kepada Tim Asesor. Dan salah satu indikator terkreditasi yaitu adanya akun media sosial akhirnya terpenuhi. Yess!! Selamat, Departemen kami lolos dan terakreditasi.

Sabtu, 12 November 2016

Suatu Kesempatan

Ketika helaian rambut putih mulai tampak, 
Ketika orang lebih sering memanggilku “Bu”, ketimbang “Mbak”.
Ketika gadis kecilku tau-tau udah menyamai tinggiku,
Dan senyumku membentuk kerut di sudut mata,
Kusadari suatu kesempatan telah tiba.
Kesempatan memasuki Usia Cantik.

usia cantik murtiyarini

It’s mean you’re getting old, Arin!

Lalu kenapa? Menua itu sesuatu yang pasti. Bahkan saya pun tidak mau melawan waktu dan menjadi muda terus menerus. 

Minggu, 06 November 2016

Kreasi Masakan Ikan ala Ibu Bekerja



Sebagai ibu bekerja, waktu saya untuk memasak tidak terlalu banyak. Pada pagi hari saya biasanya memasak makanan praktis untuk sarapan. Siang hari saya, suami dan anak-anak mendapatkan catering dari kantor dan sekolah. Kemudian saya baru memasak kembali pada malam hari.

Walau dengan waktu yang terbatas, saya tetap berusaha menyajikan variasi makanan yang berimbang. Nutrisi untuk keluarga harus terpenuhi. Kebetulan sekali, keluarga saya suka masakan ikan, terutama ikan laut. Dalam satu minggu, setidaknya ada 4 hari saya memasak ikan. Kebetulan suami dari Medan dan saya dari Trenggalek, pesisir pantai selatan Jawa Timur. Jadi kami memang terbiasa dengan masakan ikan.

Minggu, 16 Oktober 2016

Never Miss A Precious Moment

Di balik senyum saat seremoni penganugerahan atau penyerahan hadiah,
pernah ada "sakit"  yang orang belum tahu.

Penanugerahan lomba web oleh Rektor IPB. Foto dari http://lombaweb.event.ipb.ac.id/
Bagi penyuka kompetisi menulis dan blog, kemenangan adalah puncak sebuah kompetisi. Sebelum dan sesudahnya selalu ada moment of victory (momen kemenangan) yang bisa dijadikan pelajaran untuk kompetisi-kompetisi berikutnya. 

Rabu, 12 Oktober 2016

The Avenue Residences


Sebuah gambaran urban lifestyle.

Minggu pagi yang cerah. Saya belum beres memasak. Dari lantai 12 apartemen kami, terlihat Suami dan anak-anak berenang di kolam renang The Avenue Residences yang bernuansa tropis.

Saya harus bergegas, karena Melly, temanku yang rumahnya tak jauh dari sini, memberitahukan akan datang.
"Halo, Mba Arin, mobilku sudah di lobby nih, sudah siap belum?" Tanya Melly dari telponnya.

"Wah, sebentar Mel, aku mandi dulu ya. Melly parkir saja dulu. Nanti tunggu aku di foodcourt." Saya memintanya menunggu di area Food and Baverage di The Avenue Residences.

Minggu, 09 Oktober 2016

Get Ready To Parenthood | Prenagen Pregnancy Educational Journey 2016


"Menjadi seorang Ibu adalah harapan dan bukti nyata saya." 
Ungkapan tersebut ditulis Ibu Ayu Sintya dalam selembar kertas yang ditempelkan pada papan Wish Card Prenagen. Padanya tersirat sebuah harapan dan tekat seorang ibu untuk memberikan yang terbaik bagi buah hatinya.

Ibu Ayu adalah satu dari ribuan pasangan suami istri yang hadir pada acara Prenagen Pregnancy Educational Journey, pada 1 Oktober 2016, di Hall Senayan City Jakarta. Mereka bersemangat untuk tahu lebih banyak mengenai persiapan menjadi orang tua sejak masa perencanaan kehamilan, hamil dan masa menyusui.

Selasa, 06 September 2016

Jadi Anak Pantai



Suara tawa anak-anak pecah renyah bersamaan dengan debur ombak yang yang memecah mengenai kakinya. Kemudian mereka berlari menepi seakan air laut mengejarnya. Lalu berguling-guling di pasir dengan baju setengah basah.


Di Pantai Kuala Putri, Asa dan Cinta memenuhi rasa penasarannya akan buih yang mengantarkan kerang ke tepian, memuaskan keingitahuan bagaimana galian pasirnya bisa berisi air dari dalam tanah padahal ombak masih jauh.

Selasa, 30 Agustus 2016

SMSBunda, Sahabat Masa Hamil dan Menyusui


Bermula dari rasa penasaran, kira-kira 2 bulan yang lalu saya mendaftarkan nomor ponsel dalam program SMSBunda. Program SMSBunda ini adalah program dari Kementerian Kesehatan RI berisi info kesehatan masa kehamilan hingga masa menyusui yaitu anak berusia 2 tahun. Pendaftar akan mendapatkan sms secara gratis.

Program SMSBunda ini dibuat dengan tujuan untuk menekan angka kematian ibu hamil, melahirkan dan bayi. Dengan memberi edukasi sejak awal kehamilan hingga masa menyusui, diharapkan ibu dan keluarganya akan mampu merawat bayinya dengan benar dan paham langkah yang perlu dilakukan saat komplikasi terjadi. 

Kamis, 25 Agustus 2016

Menulis Sempurna

Dulu saya tidak mengerti kenapa ada orang-orang yang fanatik banget dengan ballpoint-nya. Yang saya maksud mereka adalah atasan-atasan saya. *yang baca ini, keep secret, please* 

Setiap mau menulis atau tanda tangan tidak mau menggunakan pulpen biasa yang saya sodorkan. Beliau memilih  ballpoint miliknya sendiri. Bahkan sempat panik mencari-cari ketika ballpointnya tidak ada di saku. Fiiiuh!

Sampai suatu ketika saya menemui masalah sehubungan dengan pulpen. Perhatikan foto di bawah ini.